Jangan Pilih Caleg yang Lupa Kawitan

Makin dekatnya perhelatan politik memilih anggota legislatif (Pileg) semakin gencar para caleg mendekati masyarakat. Bukan saja dalam sebuah pertemuan dengan peserta banyak, namun para caleg bahkan rela datang dari rumah ke rumah meminta dukungan masyarakat. Dalam kunjungan itu, sering diselipi bukan saja dengan kartu nama nomor caleg, namun juga berisi tanda terimakasih berupa uang. Demikian disampaikan Made Reno, warga asalah Banjar Panti, Desa Kediri. Dalam hal ini ia mengingatkan agar masyarakat jeli melihat siapa caleg yang akan dicoblos di bilik suara 9 April mendatang. “Sebagai rakyat kecil hanya mengingatkan, jangan sekali-kali menjual diri untuk memilih seseorang karena uang. Suara anda jangan mau dibeli karena itu merugikan masyarakat sendiri” Kata pengusaha café Planet Minggu (26/1).

Didaerahnya, ungkap pria yang akrab dipanggil Klepon ini, ada caleg datang seperti pengemis yang memohon dukungan untuk dipilih. “Bagaimana menjadi pemimpin jika mengemis untuk meminta suara. Menjadi pemimpin itu tidak perlu diminta, masyarakat mengetahui siapa pemimpin yang layak dipilih” Imbuhnya.

Ditambahkan Reno, agar predikat pemilih cerdas dalam pemilu 2014 benar-benar terwujud. Dalam hal ini bukan hanya masyarakat yang cerdas namun dalam memilih juga harus bisa memilih caleg yang cerdas pula, termasuk untuk mewaspadai caleg yang lupa kawitan dan hanya pintar mengumbar omongan. “Hindari memilih caleg babakan Pole, karena caleg yang hanya pintar omong untuk orang lain, lebih sadis dari tukang garong,” katanya. (Jay)

Komentar