Tonggak Awal Kejayaan Majapahit

MOJOKERTO - Dibangunnya Candi Leluhur Majapahit di areal Madya Mandala Pura Sasana Bhina Yoga, Dusun Sumber Rejo, Desa Sumber Tanggul, Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur, tidak terlepas dari keyakinan bahwa disitulah tonggak awal lahirnya kerajaan Majapahit. Seperti dituturkan Pemangku Pura Sasana Bhina Yoga,  Mangku Tarib, berdasarkan pewisik yang diterima, ditempat itulah Raden Wijaya bersama pengikutnya merencanakan pendirian kerajaan Majapahit. “Keyakinan kami sama dengan keyakinan saudara-saudara kami di Bali, bahwa di tempat inilah para leluhur Majapahit berunding sebelum mendirikan Majapahit di Trowulan” Kata Mangku Tarib, Minggu (19/6/2016), disela-sela digelarnya upacara Pemelaspasan.

Sebagai Pemangku di pura yang diempon oleh 39 KK itu, Mangku Tarib menyampaikan rasa terimakasih kepada Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti selaku pribadi yang telah memberikan dana punia sehingga pembangunannya bisa berjalan dengan lancar. “Astungkara, umat akhirnya memiliki tempat pemujaan leluhur yang memadai sebagai wujud bakti sesuai dengan Panca Sradha” Ujarnya.

Candi Leluhur Majapahit ini dibangun dengan konstruksi yang kokoh berbahan batu hitam, merupakan salah satu dari dua bangunan utama selain Padmasana. Arsitekturnya Jawa dengan bagian atas berbentuk mahkota. Bagian dalam ruangan candi berisi tempat melinggakan Raden Wijaya, Rong Kalih untuk melinggakan leluhur Jawa dan Bali dengan total ketinggian 2,8 meter. Di bagian depan dibangun dua arca yaitu Tribhuwanatunggadewi dan Hayam Wuruk. Sedangkan arca Mahapatih Gajah Mada (muda) terletak paling depan diluar candi.

Keempat arca tersebut secara filosofis maupu historis memiliki nilai yang saling berkaitan. Raden Wijaya yang adalah menantu raja Kediri Kertanegara yang mendirikan kerajaan Majapahit. Tribhuwanatunggadewi adalah ibu dari Prabu Hayam Wuruk. Mahapatih Gajah Mada sendiri konon diangkat secara resmi oleh Ratu Tribhuwanatunggadewi sebagai patih yang dikenal dengan sumpah Amukti Palapa, yakni ia baru akan menikmati palapa atau rempah-rempah yang diartikan kenikmatan duniawi jika telah berhasil menaklukkan Nusantara.

Pemelaspasan Candi Leluhur Majapahit dilaksanakan bertepatan dengan Purnama Sadha dipuput oleh Ida Pandita Putra Nirmala dari Grya Singosari Malang. Selain umat dari Bali, hadir dalam upacara Pemelaspasan tersebut Bupati Mojokerto H. Mustofa Kamal Pasa, SE, dan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristianto. (*/JP)

Komentar