Jadikan Pasraman Media Pemahaman Agama Hindu

Yogyakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan apresiasi terselengggaranya Jambore Pasraman sekaligus mengaharapkan kegiatan tersebut dapat dijadikan sebagai media internaslisasi pemahaman agama Hindu. Menurutnya bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang religius sehingga penanaman nilai agama sejak usia dini sangat penting dan jambore pasraman salah satunya adalah event untuk melakukan itu.

"Melalui acara jambore pasaraman semacam ini, yang tidak kalah penting adalah nilai agama Hindu melalui sejumlah yang dilombakan tadi semakin terinternalisasi pada diri setiap anak", terang Menag usai menutup acara dua tahunan itu di Hotel Sheraton Yogyakarta, Jumat (29/7) siang.

Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Badan Litbang serta Diklat Abdurahman Mas'ud, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Yogyakarta Nizar dan sejumlah ketua Parisada Hindu Dharma Pusat dan daerah.

Kegiatan jambore pasraman sebelumnya telah dibuka Sekertaris Jenderal, Rabu (27/7) lalu, merupakan ajang lomba pemahaman agama Hindu yang dikhususkan tingkat anak muda. "Kegiatan jambore prasaman keempat ini diikuti sebanyak 648 orang peserta dan pendamping dari 32 provinsi", kata Direktur Pendidikan Agama Hindu Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Ida Bagus Gede Subawa dalam sambutannya.

Menurutnya ada tujuh cabang yang dilombakan tahun 2016 ini, yaitu lomba mantra tri sandhya, lomba kramaning sembah, lomba yoga asanas, lomba cipta lagu kreasi keagamaan hindu, lomba puisi kegamaan hindu, lomba pantun keagamaan hindu dan lomba pelafalan doa sehari-hari, menempatkan provinsi Bali sebagai juara umum. Selain sejumlah lomba, juga disemarakan dengan berbagai kegiatan pameran dan parade kesenian dan kebudayaan daerah yang ditampilkan oleh peserta jelang pembukaan, Selasa (26/7) lalu.

Menag meminta kepada para pembina dan pimpinan majelis agama Hindu untuk menjadikan pemenang lomba sebagai mentor dalam transfer knwoledge dan transfer experience. Bukan hanya untuk melatih mendalami kesenian dan kebudayaan, menjadikan mereka hanya sebagai pengharum daerah, apalagi menjadikan jambore Pasraman sebagai ajang persaingan antar daerah.

"Berikan mereka kesempatan untuk ikut dalam transformasi, bukan sebaliknya menjadikan mereka hanya sebagai pengharum daerah", tuturnya. (kemenag)

Komentar