Makna Gempa Nemu Kajeng Kliwon

DENPASAR - Gempa beberapa hari lalu yang bertepatan dengan Kajeng Kliwon, ternyata memiliki makna khusus. Menurut Dr. Mangku Made Subagia, pemangku di Dalem Pauman Padang Sambian, berdasarkan pewuwus (Sabda) Ida Ratu Gede Shakti Dalem Pauman, gempa bertepatan dengan Kajeng Kliwon adalah turunnya Hyang Nini Betari Durga, bersama watekin Butha Kala, Butha Kali, akan menguji, para penguasa negeri, pemimpin umat, dan sekaligus menguji umatnya. “Mereka diuji, mana yang benar dan mana yang salah. Mereka akan ditindak secara hukum sekala lan Niskala” Kata Jero, Minggu (20/11).

Berbicara masalah fenomena yang kini sedang terjadi di Bali, khususnya terkait dengan reklamasi Teluk Benoa. Pemimpin di pusat, pemimpin di Bali dan seluruh rakyat diuji olehNya. Sekarang ini umat manusia sudah saling tidak percaya sama yang lain termasuk, sampai sampai tidak percaya sama penegak hukum. Kemana akan dibawa bangsa dan Negara ini. Tuhan memberikan tanda yang merupakan bagian dari Sipta Alam (Linuh).

Sejak dulu, di Bali tidak ada yang namanya unjuk rasa besar besaran, walaupun ada kejadian memilukan Bom Bali 1 dan 2.  Namun saat ini ada fenomena yang terjadi, unjuk rasa masyarakat termasuk elemen desa adat. Semua karena masalah alam Bali yang direklamasi. Itu bagian dari merusak alam dan Laut (Samudra Kertih). Inilah bagian dari ujian Ida Hyang Nini Betari Durga.  Durga artinya benteng. Beliaulah bagian dari bentengnya Bali ini. “Jangan memaksakan sesuatu yang merusak alam Bali. Kalau alam Bali ini dirusak, itu sama dengan merusak Ida Hyang Bathara. Saya khawatir, kalau alam sudah marah, apa yang akan terjadi di Bali ini?” Papar Jero yang adalah Pinisepuh Perguruan Siwa Murthi Bali.

Untuk itu, Jero menghimbau, selayaknya sebagai umat, memikirkan semua langkah dengan bijaksana, bukan untuk kepentingan diri sendiri belaka. Jero mengajak umat sedharma dalam waktu Sasih Kenem Desember mendatang, melaksanakan upacara Butha Yadnya, yakni Nanggluk Merana lan Mepekelem. Upacara ini penting, sehingga kita sebagai manusia menjadi waras dan memahami, mana yang benar dan mana yang salah. (*/P)

Komentar