Menkes Canangkan Kampanye Imunisasi JE di SMPN 1 Tabanan

TABANAN - Pencanangan Nasional Kampanye dan Introduksi Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) rencananya akan dilaksanakan, Kamis (1/3/2018) bertempat di SMPN 1 Tabanan. Pencanangan tersebut rencananya dilakukan langsung oleh Menteri Kesehatan RI ---- bersama Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Ketut Suarjaya mengatakan, pencanangan imunisasi JE ini dilaksanakan di Bali mengingat kasus tertinggi di Indonesia ada di Bali dengan faktor utama di hewan babi yang rentan digigit nyamuk culex.

Tujuannya cegah kasus Japanese Encephalitis (JE) yang ditularkan nyamuk culex atau nyamuk rumah yang bisa menyerang segala jenis umur. Namun, umumnya terjadi pada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun untuk kasus tertinggi.

Japanese Encephalitis (JE) adalah suatu penyakit yang dapat menyebabkan peradangan otak (ensefalitis) yang disebabkan oleh virus japanese encephalitis dan ditularkan oleh nyamuk, yaitu nyamuk culex. Nyamuk mendapatkan virus JE dari babi atau hewan lain, kemudian ke manusia melalui gigitan nyamuk sehingga orang akan menderita JE. Nyamuk Culex hidup dan bertelur pada semua tipe perairan, baik di dalam maupun di luar rumah, baik air bersih maupun air yang tercemar limbah rumah tangga dan lebih aktif pada malam hari.

Gejala yang ditunjukkan dari orang yang terjangkit penyakit ini biasanya berupa gejala yang non-spesifik yaitu sakit kepala, mual, muntah, demam. Penyakit ini menginfeksi jaringan yang menutup otak dan sumsum tulang belakang biasanya penderita juga mengalami kesulitan untuk menggerakkan lehernya. Kemudian dalam dua atau tiga hari, penderita mulai mengalami efek pembengkakan pada otak. Efek ini dapat berupa gangguan dengan keseimbangan dan koordinasi, kelumpuhan pada beberapa kelompok otot, tremor, kejang, dan gangguan dalam kesadaran.

Penyakit ini bisa menyebabkan kematian dan dapat menimbulkan gejala sisa bila penderita dapat disembuhkan. Gejala sisa yaitu gangguan/ keterbelakangan mental, kelumpuhan, gangguan bicara dan epilepsi. Sampai saat ini belum ada obat untuk radang otak akibat virus JE. Obat yang ada hanya untuk mengurangi gejalanya, namun virus JE dapat dikendalikan dengan memberikan imunisasi pada manusia di daerah endemis.

Kampanye Imunisasi dijadwalkan pada Bulan Maret-April Tahun 2018 yang dibagi menjadi 2 Tahap Pelaksanaan yaitu Bulan Maret dilaksanakan di PAUD, TK, SD, SMP Se- Provinsi Bali sedangkan Bulan April di Posyandu, Pustu, Puskesmas, Rumah Sakit dan Pos Pelayanan Imunisasi JE. Yang menjadi sasaran dalam pemberian imunsasi ini adalah anak pada usia 9 Bulan s/d usia kurang dari 15 Tahun.

Diharapkan dengan pemberian imunsasi ini dapat memberikan kekebalan pada anak-anak dari bahaya penyakit Japanese Enchapilitis (JE). Jangan Lupa untuk mengajak buah hati kesayangan anda di Fasilitas Kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunsasi JE pada bulan Maret-April 2018.

Dia berharap masyarakat bisa memahami vaksinasi ini sangat penting untuk perlindungan masyarakat, agar tidak terserang virus JE ini.

’’Saya minta masyarakat bisa membantu agar semua sasaran. Yakni, anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun ini agar bersedia divaksinasi,’’ harapnya.

Dijelaskan, vaksinasi ini gratis, aman, dan langsung dilakukan petugas-petugas kesehatan di seluruh Bali.

Upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dengan melakukan vaksinasi dan pemberantasan sarang nyamuk yang dianggap sebagai upaya terbaik.

 Dan yang terpenting adalah mengutaman hidup sehat. Sebab, diakui Suarjaya, kasus ini terjadi merata di seluruh Bali, namun angka tertinggi untuk kasus ini terjadi di Jembrana diikuti Buleleng.

’’Tahun 2016 ada 216 kasus yang terlaporkan, dan tahun 2017 juga beberapa kasus terlaporkan. Ini yang baru terlaporkan, karena mirip gejala ini dengan demam berdarah itu terlaporkan mungkin sebagai kasus DBD. (P/*)

 

Komentar