Panureksa LPD se Kabupaten Tabanan Dilatih

TABANAN - Panureksa, adalah badan pengawas internal Lembaga Perkreditan Desa (LPD) memiliki peran yang amat besar. Panureksa harus melakukan pengawasan secara aktif terhadap pelaksanaan kebijakan yang diambil LPD sehingga lembaga keuangan milik krama Desa Pakraman itu tetap ajeg. Demikian dikatakan Ketua BKS LPD Kabupaten Tabanan Wayan Budiada, Jumat (4/5/2018) disela-sela Pelatihan Panureksa LPD se Kabupaten Tabanan di Aula BPD Bali Cabang Tabanan.

Menurut Budiada, pelatihan Panureksa mendatangkan instruktur dari oleh LP LPD Kabupaten Tabanan dan LP LPD Provinsi Bali, merupakan satu langkah strategis dalam meningkatkan peran Panureksa karena Panureksa mengetahui langsung keadaan internal LPD secara menyeluruh. “Melalui pelatihan ini diharapkan Panureksa melakukan tugasnya dengan lebih profesional dengan menghindari terjadinya kesalahan dalam penilaian karena akan berdampak pada LPD secara keseluruhan. LPD itu milik krama Desa Pakraman, sehingga diperlukan pengawasan yang instensif dan berkelanjutan. ” Jelas pria yang juga sebagai Ketua Prajuru LPD Desa Riang Gede Penebel.

Di tempat yang sama, Ketua LP LPD Kabupaten Tabanan Dewa Nyoman Alit Astina memaparkan, pelatihan Panureksa LPD ini merupakan respon LP LPD atas kebutuhan yang disampaikan BKS LPD. Pelatihan yang digelar ini merupakan salah satu tugas LPLPD untuk meningkatkan kualitas SDM LPD, dari segi pengawasan dengan materi pelatihan bagaimana cara memeriksa dan mengawasi LPD. “Kita akui masih banyak LPD yang belum sehat karena faktor kurangnya mutu Panureksa sehingga berdampak pada kemajuan LPD itu sendiri” Jelasnya.

Ditambahkan, tugas Panureksa itu cukup berat diantaranya melakukan monitoring dan pengawasan LPD, memberikan petunjuk arah kebijakan kepada Prajuru, membantu Prajuru dalam menyelesaikan permasalahan dan mengevaluasi kinerja Prajuru secara berkala. “Pelatihan ini sebagai langkah antisipasi sehingga nantinya tidak ada permasalahan yang lebih berat menimpa LPD” tegas Astina.

Ia berharap, setelah pelatihan, Panureksa langsung turun secara aktif dalam memantau LPD di wilayahnya sehingga terjadi sinergi antara Prajuru LPD dengan Panureksa demi kemajuan LPD. “Tidak ada lagi saling menunggu, apalagi saling menyalahkan. Semua komponen mesti terlibat aktif menjaga druwen krama ini” Pungkasnya.

Salah seorang peserta yang adalah Panureksa LPD Kediri, AA Ngurah Panji menyambut baik pelatihan tersebut. Ia mengakui masih minimnya ilmu Panureksa menjadi kendala dalam pengawasan LPD. “Ke depan tantantangan LPD sangat berat sehingga pelatihan ini adalah ajang untuk mendapatkan ilmu demi kepentingan LPD karena tugas Panureksa langsung bertanggung jawab kepada krama. Terutama dalam mengatasi penyakit kronis yang ada di LPD seperti kredit bermasalah” Kata Ngurah Panji.

Sementara, Sekretaris BKS LPD Bali Ketut Wardika memberikan apresiasi kepada BKS LPD Tabanan yang secara aktif melakukan pembinaan kepada SDM LPD terutama Panureksa. “Ini adalah proses untuk memelihara dan menjaga agar LPD tetap ajeg. “Kami berharap pelatihan Panureksa ini meningkatkan peran mereka dalam pengawas internal LPD pada umumnya, nantinya mampu melakukan pengawasan secara baik dan bisa menyelesaikan segala bentuk persoalan yang teradi dalam tubuh LPD,” Jelasnya.

Pelatihan Panureksa LPD se Kabupaten Tabanan diiukti oleh seluruh Panureksa LPD berlangsung dalam 3 tahap, mulai tanggal 4 – 12 Mei 2018. (*/Boss)

 

 

Komentar