BKS LPD Tabanan Sosialisasikan Dana Penjamin Simpanan dan Dana Penyangga Likwiditas

MARGA – BKS LPD Tabanan mensosialisasikan Dana Penjamin Simpanan dan Dana Penyangga Likwiditas kepada seluruh LPD dan Bendesa Pekraman se Kabupaten Tabanan. Kegiatan sosialisasi sehari tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tabanan bertempat di Wantilan Taman Pujaan Bangsa Margarana, Sabtu, 19 Mei 2018.

Ketua BKS LPD Tabanan Wayan Budiada menjelaskan, sosialisasi diberikan kepada seluruh pengurus LPD yang masih eksis dan para Bendesa Pekraman se Tabanan. Di Kabupaten Tabanan, kata Budiada, terdapat 307 LPD dari 349 Desa Pekraman dimana sebanyak 49 dalam kondisi macet dan sisanya 254 masih eksis dan mengalami perkembangan yang signifikan.

“Tujuan sosialisasi ini untuk menguatkan LPD sebagai lembaga keuangan milik krama adat, dimana saat ini telah dibentuk lembaga Dana Penjamin Simpanan dan Dana Penyangga Likwiditas LPD” Jelasnya.

Menurut pria yang adalah tokoh dari Desa Riang Gede Penebel itu, sosialisasi ini adalah amanat Perda Nomor 3 Tahun 2017 tentang Lembaga Perkreditan Desa, dan sebuah langkah strategis dalam upaya memberikan rasa aman baik kepada krama adat maupun eksistensi LPD di masa depan.

Ia berharap dengan adanya Dana Penjamin Simpanan dan Dana Penyangga Likwiditas, krama adat yang menaruh dananya di LPD memiliki kepastian dan rasa aman. “Dengan adanya kepercayaan krama yang makin besar, tentu akan berdampak pada kemajuan LPD itu sendiri” Pungkas Budiada.

Sosialisasi Dana Penjamin Simpanan dan Dana Penyangga Likwiditas juga diikuti oleh unsur PHDI, Majelis Madya dan Majelis Alitan mendatangkan nara sumber dari BKS dan LP LPD Provinsi Bali.

Dalam kesempatan itu, Ketua BKS LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan,S.H.,M.Si. menjelaskan bahwa dalam era demokrasi saat ini LPD telah mengalami perubahan yang signifikan. Kepercyaan masyarakat yang kian  meningkat memberi pengaruh kepada perkembangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang rata-rata mencapai 20 persen per tahun. Namun kian berkembangnya LPD akan banyak pula tantangan dan persoalan yang dihadapi sehingga keberadaan LPD harus diperkuat. “Sosialisasi adanya Dana Penjamin Simpanan dan Dana Penyangga Likwiditas merupakan langkah ke arah penguatan LPD dalam rangka mengajegkan LPD sebagai lembaga yang dimiliki Desa Pekraman “ Pungkasnya.

Ia berkeyakinan, dengan kuatnya LPD akan memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi.  Dalam hal ini LPD memiliki slogan “Membangun Bali mulai dari Desa Pekaraman”.

Pada kesempatan sama, dilaksanakan pengukuhan pengurus baru BKS LPD Kabupaten Tabanan masa bakti 2018-2023 berdasarkan hasil Musyawarah Kabupaten yang digelar pada 20 Pebruari 2018 dimana masih mempercayakan kepemimpinan BKS LPD kepada I Wayan Budiada. (*/adv/Boss)

 

Komentar