Dewi Marheni Ajak Generasi Muda Menjadi Pribadi yang Cerdas dan Kritis

Ni Luh Wayan Dewi Marheni - anak pertama dari 4 bersaudara pasangan I Wayan Suandi dan I Ketut Loriani tiba-tiba saja masuk deretan Calon Legislatif Kabupaten Tabanan dari PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Kediri Marga. Memang, ini adalah kali pertama Dewi Marheni terjun langsung di kancah perpolitikan.

Meski demikian, perempuan kelahiran Banjar Telengis, Desa Bengkel Kediri ini sejatinya telah mengamati dunia perpolitikan sejak 2014 dimana PDI Perjuangan berhasil mengantarkan Jokowi menduduki posisi tertinggi di negeri ini.

Sosok Dewi Marheni adalah generasi milenial yang sukses malang melintang di dunia bisnis dengan penghasilan yang besar dan hidup mapan.

Lalu, mengapa ia memutuskan terjun di dunia politik, yang oleh sebagian pihak politik itu dianggap kotor?

“Menurut saya, saat ini kenapa politik itu seperti terlihat kotor, itu karena faktor manusianya. Misalnya, menjadi anggota legislatif yang notebene adalah wakil rakyat, saat ini cenderung kabur, apakah mewakili rakyat atau mewakili diri sendiri dan kelompok saja. Disinilah saya melihat ada gap yang cukup tajam dan saya ingin memastikan bahwa wakil rakyat memang benar-benar mewakili rakyat, benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat” Ujar Dewi kepada Jaya Pos, Rabu (30/1/2019)

Pahit getir persaingan di dunia bisnis yang telah dilakoninya, menambah kepercayaan seorang Dewi Marheni untuk berperan dalam menentukan kebijakan politik untuk rakyat. Karena bagi perempuan yang hobi traveling ini, politik itu tidak terlepas dari keberpihakan dalam membuat kebijakan.

“Astungkara, jika saya dipercaya menjadi anggota legislatif, saya ingin mengembalikan marwah kebijakan pemerintah yang pro rakyat. Dimana masyarakat bukan hanya dijadikan objek pembangunan, tetapi memberikan kesempatan yang luas untuk menjadi subyek yang cerdas. Terutama dikalangan perempuan dan generasi muda. Saya ingin menggugah mereka untuk mau tampil di depan sebagai pribadi yang kritis dan siap menghadapi segala tantangan menyongsong masa depan bangsa yang gemilang” Pungkas Dewi.

Ajang Pileg 17 April 2019 mendatang, merupakan ujian bagi Dewi, apakah konsep, pemikiran dan ide-idenya bisa diterima masyarakat khususnya di Daerah Pemilihan Kediri Marga. Jika kita menginginkan legislator yang mapan, dan cerdas dalam menyikapi kepentingan masyarakat, berhenti memilih Caleg yang serakah dan fragmatis, tentu mencoblos nomor 11 adalah pilihan terbaik. (***/Adv)

 

Komentar