LPD se-Tabanan Sepakat Bantu Likuiditas LPD Terdampak Erupsi Gunung Agung

TABANAN - Lembaga Perkreditan Desa (LPD) se Kabupaten Tabanan mengambil sikap peduli atas kemungkinan adanya masalah dalam likuiditas LPD di Karangasem yang terdampak erupsi Gunung Agung. Dalam rapat yang dilaksanakan BKS-LPD Kabupaten Tabanan di Wantilan Desa Pekraman Bedha, Kamis (12/10), seluruh LPD sepakat untuk memberikan bantuan dana penyangga (bantuan likuiditas).

Dalam rapat dipimpin Ketua BKS-LPD Kabupaten Tabanan I Wayan Budiada diputuskan besaran dana penyangga sesuai dengan asset LPD. Untuk LPD berasset 1 milyar  (1 juta), 1-50 milyar (2,5 juta), 50-100 milyar (5 juta) dan di atas 100 milyar (10 juta).

“Dana penyangga ini bersifat sukarela sebagai bagian dari kebersamaan antar LPD” Jelas Budiada.

Diterangkan, dana penyangga dikumpulkan oleh BKS-LPD Kabupaten kemudian disampaikan ke BKS-LPD Provinsi yang akan diberikan sertifikat penempatan dana selama 1 tahun. “Ini langkah konkrit dalam penyelamatan LPD” Jelasnya.

Sementara, Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M. Si. Menyampaikan bahwa sampai saat ini bantuan dana penyangga sudah terkumpul 4 Milyar. “Dengan kesepakatan ini tentu memberikan rasa aman dan kepercayaan masyarakat kepada LPD, meskipun dalam situasi yang tidak normal” Ujar Cendikiawan.

Ia memperkirakan dana penyangga yang akan terkumpul dari Kabupaten Tabanan jumlahnya signifikan, mengingat Kabupaten Tabanan memiliki LPD terbanyak di Bali. Saat ini tercatat 307 LPD dimana 256 LPD aktif dan 51 sisanya statusnya tidak aktif.

Saat itu juga disepakati, selain memberikan bantuan dana penyangga, masing-masing LPD juga akan memberikan bantuan baik tunai mapun berupa barang yang disalurkan melalui BKS-LPD kabupaten dibawah koordinasi BKS-LPD Provinsi. (*/P/Adv)

Komentar