I Made Gurim, SE : Seimbangkan Laba dan Labda

I Made Gurim, SE, pria asal Desa Selanbawak ini kini menjadi buah bibir di kalangan LPD di Bali. Bagiamana tidak, tangan dinginnya mampu menyulap LPD Desa Adat Kekeran menjadi salah satu lembaga keuangan yang patut diperhitungkan.

Seperti kebanyakan, LPD Desa Adat Kekeran juga mengalami pasang surutnya. Sejak berdiri pada 9 Nopember 1988, dengan tertatih-tatih mencoba bertahan. Sampai kemudian krama Desa Adat Kekeran memberikan kesempatan kepada dirinya untuk mengelolanya. “Astungkara per 2017 aset LPD kami telah mencapai sekitar 44 milyar rupiah,”ungkapnya.

Ia mengakui bahwa peran anggota LPD, yang adalah krama Desa Adat Kekeran sangatlah besar. Bersama semua komponen ia memotivasi dan menggerakkan pengurus dan karyawan untuk meningkatkan kinerja usaha, dan juga menjalin komunikasi yang efektif dengan prajuru dan tokoh-tokoh di desa adat serta memotivasi dan menggerakkan masyarakat agar mau bergerak bersama LPD.

Sebagai lembaga keuangan milik Desa Pekraman, LPD Kekeran selalu berkomitmen untuk menjadi urat nadi perekonomian krama. Komitmen tersebut bukan hanya diukur dari laba, tetapi dari Labda, yakni bukan saja menekankan pada sisi materi namun juga non materi.

Mantan petinggi Bank Dagang Bali itu berkisah, dalam usia LPD Desa Adat Kekeran yang menanjak dewasa ini, ia mengaku banyak menimba pengalaman baik pahit maupun manis. Dari semua itu ada pelajaran penting yang menjadi kata kunci agar tetap ajegnya LPD Kekeran, yakni kesabaran dalam menghadapi tantangan. Sebagai entitas usaha LPD sekaligus sebagai entitas sosial-kultural, sehingga tantangan LPD sangatlah besar. Tidak hanya dari segi sumber daya manusia, namun sejalan dengan perkembangan zaman, kebutuhan krama juga terus berkembang.

“Untuk itulah, dalam setiap gerak dan denyut kegiatan krama, LPD Desa Adat Kekeran selalu hadir, seperti dalam kegiatan diantaranya Yadnya dan sosial seperti pemberian bea siswa, bedah rumah dan sebagainya” papar Made Gurim.

Ia membeberkan sampai saat ini tidak kurang dari 1,5 Milyar leboh sudah dialokasikan untuk kegiatan kepedulian itu. “Kami terus dan terus meluaskan peran serta dalam pembangunan krama” Imbuhnya.

Gurim mengambil nilai positif dari sejarah tradisional Bali, dimana LPD diibaratkan sebagai kamadhuk, sapi Dewa Siwa yang menghasilkan susu untuk kesejahteraan umat manusia.

Lebih jauh, dalam mensinergikan LPD dengan kemajuan teknologi, LPD ini makin mengokohkan diri dengan konsep LPD Go Digital. Dimana layanan keuangan LPD bisa diakses dengan media internet termasuk dengan hape. “Harapan kami LPD Kekeran bisa meningkatkan peran dalam segi sosial dan kultural sekaligus sebagai agent of change (agen perubahan) di desa adat” Tutupnya.

 

Gedung Megah senilai 7,5 Milyar

Kemajuan LPD Desa Adat kekeran sampai juga ke telinga Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos. Orang nomor satu di Tabanan itu langsung meninjau LPD kebanggan krama Kekeran itu, sekaligus meresmikan gedung senilai 7,5 Milyar yang ditandai dengan penandatangan prasasti dan pemotongan pita, Kamis (22/2).

Bupati Tabanan mengungkapkan kebanggaannya akan eksistensi , keberadaan  dan kemegahan gedung LPD yang dimiliki Desa Adat Kekeran. “Baru sampai saya bingung, ini hotel apa LPD,”ucapnya memuji sembari tersenyum. Bupati mengatakan LPD Kekeran bisa menjadi contoh bagi LPD lainnya. Dengan aset yang luar biasa, akan membuat semuanya menjadi termotivasi.

"LPD Kekeran bisa bangkit, bangun  dan mensejahterakan warganya ini merupakan contoh. Harapan kita  kedepan akan lahir LPD-LPD  yang bisa sukses seperti ini dan bisa menumbuhkan ekonomi kerakyatan,”ujarnya lagi.

Ditambahkan  Lembaga Perkreditan Desa (LPD) merupakan salah satu unsur kelembagaan Desa Pakraman yang menjalankan fungsi keuangan untuk mengelola potensi keuangan desa Pakraman.Eksistensi LPD tidak hanya sebagai lembaga yang memberikan pinjaman /kredit, Tabungan,maupun deposito semata, akan tetapi yang lebih penting adalah bagaiman LPD mampu melakukan proses pengelolaan dana di masyarakat desa pakraman dengan sebaik-baiknya sehingga masyarakat menempatkan uangnya di LPD merasa aman dan percaya.

” Kontribusi LPD dalam perekonomian masyarakat di pedesaan merupakan indikator keberhasilan LPD.Semakin besar  peran LPD kepada krama desa pakraman maka keberadaan LPD semakin baik,”jelasnya.

Kepada para prajuru LPD, Bupati Eka berharap agar mempergunakan kepercayaan krama ntuk mengelola dengan jujur, transparan, mengacu kepada ketentuan yang ada dan selalu meningkatkan kapasitas diri serta berinovasi untuk kemajuan LPD.

“ Untuk Panureksa agar melakukan pengawasan dengan obyektif demi keajegan LPD. Khusus untuk krama desa pakraman kekeran saya harapkan mencintai LPD dengan memanfaatkan jasa –jasa yang diberikan dan ikut mengawasi perkembangan LPD untuk kemajuan perekonomian di desa pakraman  demi terwujudnya Visi Kabupaten Tabanan  yaitu Tabanan Serasi, Tabanan yang sejahtera, aman dan berprestasi,”ujarnya. (***/Adv)

Komentar