Puskesmas Baturiti I Wakili Tabanan, Andalkan Akupresur dan Toga

BATURITI - Tanggal 16 Juni 2016, Puskesmas Baturiti I dipercaya menjadi wakil Tabanan dalam omba Puskesmas Berprestasi Tingkat Provinsi Bali. Dipilihnya Puskesmas Baturiti I karena puseksmas ini memiliki inovasi dalam pelayanan kesehatan. Seperti dikatakan Kepala Puskesmas Baturiti I Dokter Kencanawati, daerah Baturiti memiliki potensi lokal yang amat besar khususnya tanaman obat-obatan. Potensi ini didukung oleh geografis Baturiti yang sejuk, subur dan organis. “Kami mengutamakan tindakan promotif dan preventif di bidang kesehatan” Kata Kencanawati.

Saat berbincang dengan Jaya Pos, Minggu (12/6/2016) dokter perempuan yang sebelumnya menjadi Kepala Puskesmas Kediri II itu menjelaskan, dalam menghadapi lomba ini tidak melakukan persiapan khusus. “Semua sesuai standar dasar dalam pelayanan” Ujarnya.

Meskipun lomba kali ini lebih berat dengan kriteria lomba sebelumnya, ia bersama seluruh tenaga medis dan non medis di Puskesmas Baturiti I mencoba  berbuat secara maksimal. Mengingat lomba ini beda tipis dengan penilaian dalam akreditasi, ia bersama SDM yang ada menyiapkan dengan baik terutama dari sisi administrasi. “Kalau masalah infrastruktur kami lakukan pemeliharaan dan penataan” Imbuhnya.

Berbicara tentang program andalannya, Kencanawati menjelaskan program tersebut merupakan asuhan mandiri dibidang Akupresur dan taman obat  terutama untuk anak Sekolah Dasar dan lansia, mengingat di era JKN harus bisa memberdayakan masyarakat di bidang kesehatan dengan mencegah timbulnya penyakit. Akupresur, memberikan pijatan pada titik-titik tertentu yang bisa mengurangi kesakitan atau memperbaiki kondisi tubuh. Toga sendiri adalah tumbuh-tumbuhan yang bermaanfaat untuk obat-obatan. Akupresur dan toga digabungkan, antara pijatan dan minum loloh yang bermaanfaat sebagai obat maupun suplemen.

“Wilayah Baturiti ada di pegunungan yang rata-rata penduduknya petani dan sebagian besar hasil kebun mereka bisa bermaanfaat untuk kesehatan” Jelasnya.

Program ini termasuk di dalam pengobatan komplementer atau tradisional dimana sebagai pencegahan atau pengobatan pendamping selain pengobatan medis.”Kedepan kita harus mengurangi pemakaian obat-obatan berkandungan kimia”Pungkas dokter yang murah senyum ini. (*/JP)

Komentar