SMPN 6 Pupuan, Sekolah Termuda di Pupuan

PUPUAN - Program manajemen berbasis sekolah di Sekolah Satu Atap (Satap) adalah program yang digalakkan Pemerintah Indonesia pada tahun 2005. Salah satu sekolah Satap adalah SMPN 6 Pupuan.

Sebagai sekolah termuda di Kecamatan Pupuan, banyak hal yang perlu mendapat perhatian. Seperti diungkapkan tokoh masyarakat Pujungan  yang juga  Komite SMPN 6 Pupuan I Nengah Suka,S.Pd. “Banyak hal yang perlu mendapat perhatian. Saat ini ruangan kelas VII, VIII, IX sudah cukup memadai dalam kegiatan belajar mengajar siswa . Namun untuk kelas VIII masih menggunakan bangunan lama bekas gedung sekolah dasar sehingga terkadang ada kecemburuan dari siswa” Kata Nengah Suka.

Menurutnya,  secara umum perlu ada penataan dan pembangunan gedung baru untuk menunjang kenyamanan kegiatan belajar mengajar baik itu untuk kepentingan siswa ataupun untuk jajaran SMPN 6 Pupuan. “Hal ini sudah kami kordinasikan dengan dinas terkait. Kami berharap paling tidak tahun 2017 sudah ada RKB (Ruang Kelas Baru)” Jelas Suka yang dibenarkan I Ketut Pontra, S.Pd,  Kepala SMPN 6 Pupuan Satap, Jumat, (12/11).

Ditambahkan Pontra, saat ini ada ratusan siswa di sekolah ini. Dari pengamatannya yang telah lama berkecimpung pada bidang pendidikan bahwa untuk ukuran sekolah Satap biasanya tidak sampai sebanyak itu jumlah siswanya . “Masyarakat sekitar memberi respon positif keberadaan sekolah ini” Imbuhnya.

Kedepan, dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 6 Pupuan Satap, kedua tokoh pendidikan ini berharap agar dinas terkait agar mendistribusikan tenaga yang berlebih terutama tenaga pendidik ke SMPN 6 Pupuan. Demikian juga tenaga yang status kontrak agar bisa diberi perhatian. “Disini anak-anak kami sebagian besar berasal dari latar belakang ekonomi kebawah,  pendidikan yang baik didukung sarana-prasana memadai tentunya akan  dapat menghasilkan generasi cerdas dan berkualitas “ Pungkasnya. (Badi

Komentar