Petani Berharap Bantuan Pemasaran

SELBAR - Pisang adalah ikon produk perkebunan di Kecamatan Selemadeg Barat. Namun sejak beberapa bulan terakhir, harga pisang mengalami penurunan yang cukup parah. “Harganya anjlok pak, jangankan bisa ganti biaya pemeliharaan, rasanya untuk ganti panen saja tidak sesuai’ Ujar Made Suarjana, salah seorang petani dari Banjar Nyuh Gading Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat, Rabu (11/1/2017)

Apa yang dikeluhkan petani ini dibenarkan oleh petugas penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan yang bertugas di wilayah Selemadeg Barat, Nengah Sukasana. Menurutnya fluktuasi harga yang cendrung menurun itu disebabkan oleh banjirnya pisang dari luar Bali, seperti dari Jawa dan Lombok. “Dari segi kwalitas sebenarnya sangat bersaing. Namun pasar dipenuhi pisang dari luar, yang harganya memang murah, sehingga berpengaruh pada harga di Tabanan” Jelasnya.

Dalam hal ini ia tidak bisa berbuat banyak karena mekanisme pasar. Yang bisa ia sarankan, untuk melakukan terobosan menembus pasar dan melakukan inovasi produk. Menembus pasar baru yaitu langsung ke industri dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan berskala besar yang berproduksi berbahan baku pisang. “Karena produsen memerlukan dalam jumlah banyak, petani mesti menjual secara berkelompok baru kemudian dikirim ke produsen” Jelasnya.

Dalam melakukan inovasi produk, ia menyarankan kerjasama dengan pihak terkait seperti pemerintah daerah atau dengan pemerintah desa melalui Bumdes. Bumdes membeli pisang tersebut kemudian diolah menjadi produk jadi, seperti kripik misalnya. “Bumdes bisa melakukan terobosan penjualan misalnya bekerjasama dengan toko-toko modern” Imbuhnya.

Untuk diketahui, pisang yang menjadi ikon horti di Kecamatan Selemadeg Barat, populasinya cukup banyak dengan kwalitas buah yang sangat baik. Dalam satu tandan bisa berisi antara 12 sampai 18 sisir. Dengan serbuan pedagang secara bebas, petani pisang hanya bisa menikmati harga bagus hanya menjelang hari raya Hindu saja. “Kami hanya dapat harga baik saat menjelang hari raya Galungan saja.” Pungkas pria yang akrab disapa Pan Devi. (*/P)

Komentar