Oka Mahendra Bercita-cita Wujudkan Pejaten Menjadi Sentra Keramik

KEDIRI - Bagi penggemar keramik, nama Tanteri Keramik Pejaten tentu tidak asing lagi.  Menurut pemiliknya, Putu Oka Mahendra, industri keramik menjadi alternatif yang prospek untuk dikembangkan. Hal ini sebagai langkah antisipasi berkurangnya bahan baku untuk pembuatan genteng, dimana Pejaten dikenal sebagai sentra pengrajin genteng.

Sejak 1980 an, kelangkaan bahan baku genteng sudah terasa. Tanah liat menipis sehingga harus didatangkan dari luar daerah. Hal ini menyebabkan biaya produksi semakin tinggi. Karenanya, harus ada langkah antisipasi namun tetap bisa mengoptimalkan skill masyarakat.

Industri keramik menjadi pilihan. Bekerja sama dengan Belanda, industri keramik mulai dikenalkan. Puluhan warga mengikuti pelatihan. Jalan panjang dengan ragam kendalanya, lambat laut bisa teratasi. Kini, industri keramik mengalami perkembangan yang siginifikan menjadi industri rumah tangga.

Keramik hasil karya pengerajin Pejaten mulai diperhitungkan. Pasar tidak hanya lokal namun juga pangsa ekspor yang berpeluang untuk memberikan nilai tambah. “Melihat peluang ekspor yang sangat lebar, kami bercita-cita Pejaten menjadi sentra kerajinan keramik” Kata Oka Mahendra, Kamis (2/3/2017).

Dalam mewujudkan cita-cita tersebut, mantan anggota DPRD Tabanan ini tidak main-main. Ia melanglang buana untuk menimba teknologi perkeramikan. Bahkan dalam setiap perjalanannya ia mengumpulkan beragam contoh keramik yang memiliki nilai seni dan berkualitas.

“Dibandingkan dengan produk keramik lain, kami memiliki kelebihan karena mewarisi seni budaya Bali. Dengan mengadopsi seni budaya Bali, menghasilkan produk keramik yang artistik dan berkwalitas. Dengan ragam inovasi keramik pejaten terbuat dari bahan terbaik memiliki kekuatan dan tahan lama. Ini hal istimewa, khususnya bagi pecinta keramik karena mengacu pada prinsip budaya berkelanjutan” Papar pria alumnus SMA Negeri 2 Tabanan ini.

Oka menyadari, obsesinya untuk mewujudkan Pejaten sebagai sentra keramik bukan hal mudah. Namun ia berkeyakinan, dengan dukungan semua komponen termasuk peran pemerintah dalam membina pengerajin, cita-cita itu pasti terwujud. “Ini memberi dampak ekonomi yang besar, terlebih jika nantinya disinergikan dengan pariwisata” Imbuhnya.  (*/P)

Komentar