SMKN 2 Tabanan Menggelar Pelatihan Penyusunan Multimedia Pembelajaran Berbasis Proyek

  • 06 September 2017
  • 09:00 WITA
  • Marga

MARGA - SMKN 2 Tabanan pada Sabtu,(12/8/17) menggelar Pelatihan Penyusunan Multimedia Pembelajaran Berbasis Proyek” untuk guru SMP, SMA, dan SMK. Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk “Pengabdian Masyarakat” dari Universitas Ganesha, Singaraja untuk Program Keahlian Teknologi Pendidikanbertempat di SMK Negeri 2 Tabanan. Pelatihan diikuti oleh masing-masing 10 orang guru (SMP Negeri 1 Tabanan dan SMA Negeri 1 Tabanan), dan 20 orang guru dari SMK Negeri 2 Tabanan. Difasilitasi oleh Dr. Ketut Agustini, S.Si.,M.Si., dan Prof. Dr. I Wayan Santyasa., M.Si. yang sebelumnya di tempat yang sama melakukan pelatihan e-learning dalam pembelajaran.

         Kepala Sekolah SMKN 2 Tabanan, Drs. I Ketut Darmita Wirawan, M.Pd., dalam penyambutan rombongan Undiksha Singaraja menyampaikan bahwa dalam tiga – empat tahun ke depan, dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional, namun sudah merambah ke tingkatHi-Tech (high technologi). Oleh karena itu, multimedia merupakan sarana pokok dalam pengembangan pembelajaran yang lebih canggih. “Sesuai dengan kemajuan teknologi, maka dunia pendidikan pun berjalan sebagaimana yang dituntut oleh teknologi itu sendiri, sehingga pendidikan dan teknologi berjalan seiring sejalan dengan perkembangan jaman” Ujar pria yang akrab disapa Pak Agus ini.

         Selanjutnya, disampaikan agar peserta pelatihan dapat mengikuti dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya sehingga apa yang didapatkan benar-benar bermanfaat bagi dunia pendidikan ke depan. Di samping itu, disampaikan pula kondisi laboratorium yang serba terbatas, dan pengaturannya diserahkan sepenuhnya oleh Tim Pengabdian Masyarakat dari Undiksha Singaraja.

         Acara, dilanjutkan oleh fasilitator, Dr. Ketut Agustini, S.Si.,M.Si., memperkenalkan satu-persatu rombongan dari Undiksha Singaraja, antara lain: Ketua LPM, Prof. Dr. Nyoman Wijana, M.Si., Pemberi Materi: Dr. Nyoman Parwati, M.Pd. dan Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd., dan seorang alumunus, Dewa Gede Agus Putra Prabawa, S.Pd., M.Pd.

         Dalam sambutannya Ketua LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat) Prof. Dr. Nyoman Wijana, M.Si. menyampaikan bahwa seorang guru/dosen haruslah banyak membaca. Dari hasil membaca itu, lalu dapat dipakai sebagai bekal untuk melakukan penelitian, yang salah satunya dalam bentuk pengabdian masyarakat sebagai salah satu menifestasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Pengabdian masyarakat tidak boleh hanya dilaksanakan sehari saja, harus ada follow-up, karena itu harus ada ‘pendampingan’ di kelas secara implementatif oleh Tim”Tegasnya.

Menurut Wijana Dengan fakta ini akan didapat segala bentuk kekurangan dan kelebihannya di lapangan, sehingga perlu dilakukan tindak lanjut dalam rangka penyusunan proposal pengabdian masyarakat ke depan. Dikatakan, bahwa pengabdian masyarakat harus berkelanjutan (multyyears, ±3 tahun) sebagai follow-up sehingga barulah benar-benar diketahui efisiensi dan efektivitas sebuah program penelitian. Jadi, pada dasarnya orang harus mempelajari ilmunya dahulu, baru kemudian belajar teknologinya“papar Prof. Dr. Nyoman Wijana dengan mengambil perumpamaan bagi yang bekerja di pendidikan, maka pelajari ilmunya lebih dahulu, barulah kemudian belajar teknologi pembelajaran (medianya), sambil menawarkan program pascasarjana teknologi pendidikan. “Kami membuka pelatihan secara resmi” Pungkasnya. (Badi/adv)

Komentar