Tabanan Kite Festival 2017 Siap Digelar

KEDIRI - Setelah setahun terbentuk, Pelangi Tabanan siap menggelar lomba layang-layang. Even  yang terbilang wah dengan hadiah total 100 Juta tersebut dinamai Tabanan Kite Festival 2017. Ketua Pelangi (Persatuan Layangan Indonesia) Kabupaten Tabanan, Edi Wirawan saat melakukan rapat evaluasi Sabtu (26/8/2017) di Warung Subak Pakendungan, Desa Beraban, Kecamatan Kediri Tabanan mengatakan lomba yang baru pertama kali digelar Pelangi Tabanan itu mendapat respon yang cukup besar dari masyarakat pecinta layangan. “Mereka bukan saja dari daerah Tabanan namun dari daerah lain” Katanya.

Dipaparkan EDi, Tabanan Kite Festival 2017 selain untuk menyalurkan hobi para rare angon (sebutan untuk penggemar layangan) juga bertujuan untuk melestarikan konten budaya Bali sebagai sarana seni budaya, olah raga, rekreasi dan juga pariwisata. “Kami tidak ingin budaya melayangan itu punah karena melayangan adalah tradisi yang sudah dilakoni secara turun menurun” paparnya sembari mengatakan bahwa histori rare angon seperti tersurat dalam lontar Adi Parwa adalah salah satu tradisi yang diyakini oleh masyarakat terkait dengan kesuburan pertanian.

Tabanan Kite Festival 2017 digelar selama 2 hari pada tanggal 9-10 September 2017 bertempat di areal Subak Gadon, sebelah barat Pura Luhur Pakendungan.

Dengan berpegang pada lomba yang berkwalitas, kriteria lomba dalam Tabanan Kite Festival 2017 untuk Kategori Lokal Tabanan : ukuran 3,5-5 meter dan Pecukan ukuran 3,5-5 meter. Sementara untuk Kategori Umum : Bebean remaja size 2-3 meter, Bebean dewasa size 3,5-5 meter, Bebean big size 6 meter – lebih besar, Pecukan remaja size 2-3 meter, Pecukan dewasa size lebih besar dari 3,5 meter, Pecukan khas gegulak Tabanan 2,5 meter sampai lebih besar, Janggan remaja 2-3 meter, Janggan dewasa 3,5-5 meter dan kategori kreasi baru. Juga akan dicari juara untuk peserta dengan penampilan terbaik dan peserta dengan layangan terbanyak

Juri yang terlibat dalam penilaian berasal dari Pelangi Bali dan Juri Pemantau. Penilaian meliputi bentuk layangan, elog, suara guwangan, keserasian warna, kesesuaian ukuran layangan dan sebagainya yang ditentukan oleh juri sesuai kebiasaan yang berlaku.

Yang membedakan lomba kali ini adalah dilombakannya layangan jenis Pecukan khas Tabanan. “Pecukan khas Tabanan ini menjadi ikon Pelangi Tabanan” Pungkas Edi.

Disamping itu, setiap peserta mendapatkan kupon undian doorprize gratis yang akan diundi pada tanggal 9 September malam dengan doorprize utama 1 unit sepeda motor serta diisi pula dengan aneka ragam hiburan. (***/P)

Komentar